Skip to content

Indonesia membatalkan penutupan pulau Komodo, mengatakan turis bukan ancaman bagi naga

Pihak berwenang Indonesia telah membatalkan rencana untuk menutup pulau Komodo bagi wisatawan, dengan kementerian lingkungan negara itu mengatakan bahwa komodo yang tinggal di sana tidak berada di bawah ancaman dari pariwisata yang berlebihan.

Pada bulan Juli, pihak berwenang di provinsi Nusa Tenggara Timur mengatakan bahwa pulau itu akan ditutup selama satu tahun mulai Januari 2020 untuk menghentikan wisatawan yang mengganggu perilaku alami spesies kadal terbesar di dunia. Pada hari Senin, Siti Nurbaya Bakar, menteri lingkungan hidup dan kehutanan Indonesia, mengatakan langkah itu dibatalkan.

Menurut angka pemerintah, 1.727 komodo tinggal di pulau itu, yang merupakan situs warisan dunia UNESCO. “[Jumlah] Komodo di Pulau Komodo selama 2002 hingga 2019 pengamatan relatif stabil,” kata Bakar kepada Reuters. “Tidak ada ancaman penurunan.”

Larangan itu tidak akan mempengaruhi area lain di Taman Nasional Komodo. Diumumkan di tengah kekhawatiran bahwa semakin banyak turis memengaruhi kebiasaan kawin binatang, dengan pemberian makanan membuat mereka jinak. Ada juga kekhawatiran tentang pemburu yang menargetkan komodo dan rusa, mangsa utama mereka.

Pembatalan larangan ini telah menambah rasa bingung di sekitar visi jangka panjang pemerintah untuk taman. Pada 2018, lebih dari 176.000 wisatawan mengunjungi daerah itu. Pada 2018, Viktor Bungtilu Laiskodat, gubernur Nusa Tenggara Timur, mengusulkan penargetan pelanggan kelas atas dengan biaya masuk US $ 500.

“Hanya orang-orang dengan saku dalam yang diizinkan untuk [melihat komodo],” katanya. “Mereka yang tidak memiliki uang tidak boleh mengunjungi taman karena secara khusus melayani orang-orang luar biasa.”

Ketidakpastian memicu protes di antara penduduk pulau itu. Beberapa dikhawatirkan dipindahkan untuk membuka jalan bagi infrastruktur wisata baru, atau kehilangan penghasilan dari pengunjung selama larangan yang diusulkan.

Meskipun larangan itu dibatalkan, kementerian lingkungan mengatakan bahwa perubahan akan tetap terjadi di sekitar pulau Komodo. Sebuah pusat penelitian komodo baru diharapkan akan dibuka di taman, dengan kementerian menjanjikan untuk mengubah tempat wisata lainnya di daerah tersebut.

Naga Komodo, yang dapat tumbuh hingga tiga meter, membunuh mangsanya dengan menggigitnya dan menginfeksi ludah berbisa. Kemudian membiarkan hewan itu mati kehabisan darah.

Banyak yang masih dipelajari tentang kadal kuno, yang hanya ditemukan oleh orang Eropa pada awal abad ke-20.

Pada 2013, dua orang dibawa ke rumah sakit setelah diserang oleh seekor naga raksasa Komodo yang berkeliaran di kantor taman margasatwa di Indonesia timur.

Diperkirakan ada sekitar 5.700 komodo di alam liar.

No comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments (0)